Kamis, 29 Agustus 2019


Summary Buku
“MUTIARA LAUT JAMPEA”

           Buku ‘’ Mutiara Laut Jampea’’ merupakan buku yang menceritakan kisah Prof. Dr.Muhammad Jufri,S.Psi,.M.Si. Buku ini dituliskan oleh Paguyuban Orang Tua Mahasiswa Fakultas Psikologi, UNM, Bachtiar Adnan Kusuma yang diterbitkan oleh Yapensi. Buku setebal 200 halaman ini , telah diakui oleh banyak kalangan termasuk rector Universitas Negeri Makassar, Prof.Dr.H. Husain Syam, M.TP,Prof.Dr.Jasruddin Daud M.Si, Bupati Selayar, Kadis Pendidikan Kota Makassar Dr.H.M.Hasbi, M.Pd dan sejumlah tokoh lainnya.
            Buku ini terdiri atas  5 bagian yang mana setiap bagian tersebut menceritakan cerita atau kisah perjalanan sukses Prof. Dr.Muhammad Jufri,S.Psi,.M.Si. Mulai dari masa kecilnya hingga perjuangannya dalam mencapai impiannya.
            Pada buku ini, diawali dengan ucapan Prof.Muhammad Jufri kepada keluarga dan orang orang yang telah berjasa kepadanya. Setelah itu di bagian awal cerita dibuka dengan kata pengantar “Anak Mesjid yang Professor”  kemudian sebuah prolog tentang sang dukun pelempar jala, yang member ramalan mengenai kesuksesannya.
Selanjutnya pada bagian pertama cerita ini ialah akar dari sebuah didikan dasar yakni didikan seorang ayah. Pada bagian ini mengisahkan bagaimana ketat dan tegasnya didikan ayah Prof.Muhammad Jufri sehingga membentuk seorang yang sukses seperti saat ini.  Didikan bapak H.Linri kepada jufri kecil telah membentuk sosok seorang generasi unngul.
Pada bagian kedua dari kisah ini ialah “Terlatih Demi Prestasi”pada bagian ini membahas bagaimana keseharian jufri di bangku sekolah dasar, bagaimna kenakalan jenaka anak seusianya tertera pada bagian ini. Seperti pahlawan membekaskan kesan kisah seorang gurunya yang sangat tegas hingga pernah pula bapak Prof.Muhammad Jufri di tampar kana melakukan kesalahan, namun kembali lagi perlakuan seperti itu pada zamannya adalah hal atau cara yang wajar dalam mendidik. Selanjutnya di ceritakan pula bagaimana gemilangnya prestasi  bapak Prof.Muhammad Jufri sejak di bangku sekolah dasar hingga ia menamatkan sekolah pada bangku menengah sampai sekarang ini.
Pada bagian ketiga ini menceritakan masa sekolah menengah atas yang mana saat disebut dengan sebutan SPG yang mana ketika tamat akan bisa menjadi guru SD. Dimasa sekolahnya di bangku menengah atas ini bapak Prof.Muhammad Jufri sudah merantau ke kota pusat selayar, disana selama 3 tahun ada begitu banyak kisah menarik yang terjadi. Mulai dari kisah kayu bakar, mengambil hati tuan rumah, SPG di ujung waktu, Mulutmu perahumu saat kamu bisa menggunakan kata-katamu bisa membawamu pada kesejahteraan. Di bagian ini pula selain perantauannya di kota selayar selepas menyelesaikan SPG, bapak Prof.Muhammad Jufri , merantau ke Makassar guna memperdalam ilmunya dengan belajar di bangku kuliah, namun impiannya tak berjalan dengan keiinginannya, ia harus menerima bahwa impiannya belajar di IKIP Ujung Pandang pada seleksi pemilihan masuk. Hingga untuk mengisi waktunya ia mulai bekerja,kursus bahasa inggris, berkuliah di universitas terbuka namun kandas karna biaya, dan memilih menjadi mahasiswa siluman di universitas demi kehausannya akan ilmu pengetahuan.
Pada bagian keempat menceritakan bagaimana perjuangannya saat mengisi waktu luang menunggu sipenmaru untuk tahun ajaran baru, mulai menjadi tukang batu, hingga akhirnya menjadi mahasiswa yang berprestasi di IKIP Ujung Pandang (Universitas Negeri Makassar). Dan untuk membantu biaya kuliahnya ia menjadi sales promotor buku untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hingga ia berhasil menyadang wisudawan cumlaude pada waktu wisuda di IKIP Ujung Pandang tahun1992.
Pada bagian kelima, tapak demi tapak kesuksesan dan kesejahteraanya mulai terbuka, karir awalnya sebagai tukang survey, kisah asmara dimulai pada babak ini serta sebuah firasat akan hadirnya jodohnya, melanjutkan pendidikannya di UGM{Universitas Gadjah Mada} serta kebahagiaanya menjadi seorang ayah, pendidikan doctor serta professor dan panasnya meja dekan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.
Akhirnya dari kisah bapak Prof.Muhammad Jufri, di tutup dengan nasehat darinya bahwa:
1.      Beranilah bermimpi yang setinggi-tingginya
2.      Punya tujuan yang jelas
3.      Membiasakan perilaku dan kegiatan yang bermanfaat [positive]
4.      Pandai memanage waktu.
5.      Orang sukes harus pro aktif yakni menggunakan segala kemampuan yang ada.Akhir dari buku ini berupa foto-foto bapak Prof.Muhammad Jufri.





Tidak ada komentar:

MUH. IRFAN GIOVANNI DEFINISI STATISTIK v   STATISTIK Pengertian Statistik: Asal kata “Statistik”: Statia     = catatan administras...