MUH. IRFAN GIOVANNI
DEFINISI STATISTIK
v STATISTIK
Pengertian Statistik: Asal kata
“Statistik”:Statia = catatan administrasi
pemerintahan di US. Stochos = “anak
panah” (bahasa Yunani), sesuatu yang mengandung ketidak pastian . Dalam arti sempit = Data
ringkasan berbentuk angka (kuantitatif)
Contoh : statistik Penduduk yaitu mengenai data atau ringkasan
mengenai penduduk (jumlahnya, rata-rata umur, distribusinya, dsb)
Statistik personalia (jumlahnya, rata-rata masa kerja, rata-rata
jumlah keluarga)
Dalam arti luas = Ilmu yang mempelajari cara pengumpulan
data, pengolahan data, analisis data serta penyajian data sehingga menjadi
suatu informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan.
Menurut pendapat saya ; STATISTIK ADALAH ILMU TENTANG
PENGELOMPOKKAN DATA DALAM PENELITIAN ATAU SURVEI UNTUK MEMUDAHKAN MENEMUKAN
SOLUSI DALAM PENELITIAN BERDASARKAN SEMUA METODE YANG DIGUNAKAN DAN PENGKURAN
PENGUKURAN YANG ADA.
v HISTORY STATISTIC
Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah
istilah dalam bahasa latin moderen statisticum collegium (“dewan
negara”) dan bahasa Italia statista (“negarawan” atau “politikus”).Gottfried
Achenwall (1749) menggunakan Statistik dalam bahasa Jerman untuk
pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan
mengartikannya sebagai “ilmu tentang negara (state)”. Pada awal abad ke-19
telah terjadi pergeseran arti menjadi “ilmu mengenai pengumpulan dan
klasifikasi data”. Sir John Sinclair memperkenalkan nama (Statistics) dan
pengertian ini ke dalam bahasa Inggris. Jadi, statistika secara prinsip
mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan
pemerintahan. Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui sensus yang
dilakukan secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah
setiap saat.Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak
menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama probabilitas. Cabang
statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode
ilmiah, statistika inferensi, dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal
abad ke-20 oleh Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi), Karl
Pearson (metode regresi linear), dan William Sealey Gosset (meneliti problem
sampel berukuran kecil). Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat
dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi
hingga linguistika. Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang
terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam
metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika,
biometrika (atau biostatistika), dan psikometrika.Meskipun ada kubu yang
menganggap statistika sebagai cabang dari matematika, tetapi orang lebih banyak
menganggap statistika sebagai bidang yang banyak terkait dengan matematika
melihat dari sejarah dan aplikasinya. Di Indonesia, kajian statistika sebagian
besar masuk dalam fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, baik di dalam
departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.
v
MANFAAT
STATISTIK
Statistik
dapat mempermudah kita dalam melakukan penelitian biasa digunakan untuk menarik
kesimpulan berdasarkan data yang sudah ada dan membuat keputusan. Statistik
sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari khususnya di bidang ekonomi
dan industri. Ilmu statistik sangat berguna dalam berbagai bidang, seperti
industri manufaktur, farmasi, bisnis, pemasaran, dan lain sebagainya.
BERIKUT INI DEFINISI STATISTIK MENURUT
PARA AHLI:
1.
(Stoel dan
Torrie). Statistik adalah metode yang memberikan cara-cara guna menilai
ketidak tentuan dari penarikan kesimpulan yang bersifat induktif.
2.
(Anto dajan). Statistik
adalah metode/asas-asas mengerjakan/memanipulasi data kuantitatif agar
angka-angka tersebut berbicara.Statistik diartikan sebagai data kuantitatif
baik yang masih belum tersusun maupun yang telah tersusun dalam bentuk
table.
3.
(Prof.Drs.Sutrisno Hadi,MA). Statistik adalah cara untu mengolah data dan menarik
kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan keputusan-keputusan yang logik dari
pengolahan data. Atau kata lainnya pengambilan keputusan melalui data
tersebut baik kualitatif maupun kuantitatif.
4.
(Prof.Dr.H.Agus
Irianto). Statistik adalah sekumpulan cara maupun aturan-aturan yang
berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan(Analisis), penarikan kesimpulan, atas
data-data yang berbentuk angka dengan menggunakan suatu asumsi-asumsi
tertentu. Cara pengolahan suatu data lewat statistic.
5.
(Suntoyo
Yitnosumarto) Statistik adalah studi informasi dengan mempergunakan
metodologi dan teknik-teknik perhitungan untuk menyelesaikan
permasalahan-permasalahan praktis yang muncul di berbagai bidang.
6.
(Ir.M.Iqbal
hasan,MM). Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk
data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisisa, penafsiran, dan
penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka.
Secara umum pengertian Statistik adalah kumpulan angka yang sering disusun,
diatur, atau disajikan ke dalam bentuk daftar/tabel, sering pula daftar atau
tabel tersebut disertai dengan gambar-gambar yang biasa disebut diagram atau
grafik.
Statistik (statistic) berasal dari kata state yang artinya negara.
Mengapa disebut negara? Karena sejak dahulu kala statistik hanya digunakan
untuk kepentingan-kepentingan negara saja. Kepentingan negara itu meliputi
berbagai bidang kehidupan dan penghidupan, sehingga lahirlah istilah statistik,
yang pemakaiannya disesuaikan dengan lingkup datanya.
TOKOH TOKOH YANG BERKONTRIBUSI BESAR DALAM DUNIA STATISTIK
1.
GOTTFRIED ACHENWALL (1719-1772)
Gottfried Achenwall lahir di Elbing, Provinsi
Royal Prusia, Polandia pada tanggal 20 Oktober 1719. Ia menjadi terkenal karena
menggunakan istilah “Statistik” untuk pertama kalinya pada karyanya yang
berjudul Staatsverfassung der heutigen vornehmsten Europäischen Reiche und
Völker im Grundrisse (Konstitusi Politik Negara dan Masyarakat Eropa Saat Ini)
pada tahun 1749. Dalam karyanya ini, “Staatsverfassung der heutigen vornehmsten
Europäischen Reiche und Völker im Grundrisse”, dia memberikan gambaran tentang
konstitusi dari berbagai negara di Eropa dengan menggambarkan kondisi
pertanian, manufaktur dan perdagangannya. Dalam bukunya tersebut, ia
menggunakan istilah “Statistik” yang menggandung arti suatu deskripsi
komprehensif dari sosial, politik, dan ekonomi suatu negara. Jadi pada waktu
itu, statistik adalah suatu kegiatan yang berhubungan dalam proses analisis
data kenegaraan. Atas jasanya ini, para ekonom Jerman memberi julukan “Bapak
Statistika”.
2.
SIR JOHN SINCLAIR (1754-1835)
Sir John Sinclair lahir pada 10 Mei 1754 di
Thurso Castle, Thurso, Caithness. Minatnya dalam bidang pertanian sangatlah
besar. Karyanya yang paling fenomenal adalah Statistikal Account of Scotland,
yang memberikan informasi tentang pertanian dan industri terkait, catatan
tentang sejarah alam, dan statistik populasi. Bukunya (yang juga dikenal dengan
Old Statistikal Account) tersebut terdiri dari 21 volume dan diterbitkan dalam
rentang waktu 1791-1799. Dalam bukunya tersebut ia memperkenalkan istilah baru,
yakni “Statistiks”, yang ia dengar ketika berkunjung ke Jerman. Namun terdapat
perbedaan antara keduanya. Di Jerman, istilah itu merujuk kepada suatu metode
yang digunakan dalam hal politik dan kenegaraan, seperti misalnya untuk
mengukur kekuatan politik dan menganalisis data-data kenegaraan. Sir John
Sinclair menggunakan istilah ini (statistiks) sebagai suatu metode untuk
mengumpulkan data atau fakta di lapangan yang bersifat numerik.
3.
SIR FRANCIS GALTON (1822 – 1911)
Sir Francis Galton adalah sepupu Sir Douglas
Galton, sepupu dua kali Charles Darwin, adalah seorang polymath Victoria
Inggris, antropolog, egenetika, penjelajah tropis, geografer, penemu, ahli
meteorologi, ahli proto-genetika, psychometrisian, dan statistikawan. Dia
diberi gelar kebangsawanan pada tahun 1909.
Galton mempunyai produktivitas intelektual
tinggi dan menghasilkan lebih dari 340 makalah dan buku sepanjang hidupnya. Ia
juga menciptakan konsep statistik korelasi dan regresi. Dia adalah orang yang
pertama untuk menerapkan metode statistik untuk mempelajari perbedaan manusia
dalam hal warisan kecerdasan, dan memperkenalkan penggunaan kuesioner dan
survei untuk mengumpulkan data tentang masyarakat, yang dibutuhkan untuk
genelogikal dan biografi serta untuk studi antropometrik nya.
4.
KARL PEARSON (1857 – 1936)
Karl Pearson adalah kontributor utama
perkembangan awal statistika hingga sebagai disiplin ilmu tersendiri. Ia
mendirikan Departemen Statistika Terapan di University College London pada
tahun 1911; yang mana merupakan jurusan statistika pertama kali untuk tingkat
universitas di dunia.Pearson menikah dengan Maria Sharpe pada tahun 1890, dan
membuahkan 3 anak. Puteranya Egon Sharpe Pearson, menjadi penggantinya sebagai
Ketua Departemen Statistika Terapan di University College.
Hasil karya Pearson adalah semua mencakup dalam
hal aplikasi yang luas dalam pengembangan statistik matematis, yang mencakup
bidang biologi, epidemiologi, antropometri, obat-obatan dan sejarah sosial.
Pada tahun 1901, dengan Weldon dan Galton, ia mendirikan jurnal
Biometrikadimana objeknya adalah mengembangan teori statistik. Dia menjadi editor
jurnal ini sampai kematiannya. Dia juga mendirikan jurnal Annals of Eugenics
(sekarang Annals of Human Genetics) pada tahun 1925. Dia menerbitkan Drapers
Company Research Memoirs sebagian besar untuk memberikan catatan output dari
Departemen Statistik terapan dan tidak dipublikasikan di tempat lain. Buah
pikiran Pearson banyak menopang metode statistik klasik yang umum digunakan
sekarang ini. Contoh kontribusinya adalah:
1. Koefisien korelasi
2. Metode momen
3. Sistem pearson pada kurva kontinu
4. Chi-distance
5. P-value
6. Teori tes hipotesis dan teori statistik
keputusan
7. Pearson chi-square test
8. Principal componen analysis
5.
WILLIAM SEALY GOSSET (1876 – 1937)
William Sealy Gosset dikenal sebagai seorang
ahli statistik. Lahir di Canterbury, Inggris. Dari orang pasangan Agnes Sealy
Vidal dan Kolonel Frederic Gosset, Gosset belajar di Winchester College sebelum
belajar kimia dan matematika di New College, Oxford. Pada saat lulus pada tahun
1899, ia bergabung dengan perusahaan pembuatan bir Dublin Arthur Guinness &
Son. Disinilah ia menggunakan ilmu statistiknya di bidang pembuatan bir dan
seleksi varietas di ladang gerst (semacam gandum untuk membuat bir). Gosset
memperoleh ilmunya dengan belajar, trial dan error dan juga menghabiskan
waktunya antara 1906-7 di laboratorium biometrik milik Karl Pearson. Prestasi
yang paling terkenal dari Gosset disebut sebagai distribusi t-student.
6.
SIR RONALD AYLMER FISHER (1890-1962)
Sir Ronald Aylmer Fisher (17 Februari 1890 – 29
Juli 1962) adalah pakar statistika, pertanian eksperimental, dan genetika
kuantitatif asal Inggris. Ronald Fisher adalah pemberi landasan bagi banyak
aspek dalam statistika modern, khususnya di bidang statistika inferensi, yang
mempelajari teori estimasi dan uji hipotesis. Ia juga dikenal sebagai orang
yang mampu menyatukan dua kutub perdebatan di awal perkembangan genetika
modern: antara kutub genetika kuantitatif dan genetika kualitatif (genetika
Mendel).
Richard Dawkins, tokoh pendukung neo-Darwinisme
dan ateisme, menyebutnya sebagai “Pengganti Darwin terbesar”, dan ahli sejarah
statistika Anders Hald menyebut “Fisher adalah seorang jenius yang dengan
sendirian menciptakan dasar-dasar ilmu statistika modern”. Beberapa sumbangan
Fisher pada dunia statistik adalah Prinsip Disain Eksperimen, maksimum
likelihood, sufficiency, ancilarity, Diskriminator Linier Fisher, dan Fisher
Information. Dalam artikelnya tahun 1924 “On a distribution yielding the error
functions of several well known statistiks” diperkenalkan chi-square Karl
Pearson dan t-student, hasil analisisnya yang lain adalah distribusi z (yang
saat ini sangat dikenal bersama Distribusi F). Kontribusi ini membuatnya
menjadi tokoh utama statistika abad 20.
7.
PRASANTA CHANDRA MAHALANOBIS (1893-1972)
Prasanta Chandra
Mahalanobis berkontribusi dalam mengembangkan analisis peubah ganda. Salah satu
kontribusinya yang besar adalah jarak Mahalanobis (D-statistik) yang merupakan
ukuran jarak untuk data dengan variabel banyak yang digunakan dalam analisis
klasifikasi. Mahalanobis juga pendiri jurnal statistik India yang sangat
terkenal bernama Sankya. Pada tahun 1931 Mahalanobis mendirikan Indian
Statistikal Institute dengan salah satu divisinya bernama National Sample
Survey (NSS) yang bertugas mengumpulkan data sosioekonomik dan demografi di
seluruh India. Divisi ini membuat Mahalanobis mempunyai peranan penting dalam
perencanaan ekonomi di India dan akhirnya NSS sekarang berfungsi sebagai bagian
penting dari Ministry of Planning.
Pada tahun 1931 Hotelling memperkenalkan
statistik T2 yang merupakan generalisasi dari statistik t-student untuk menguji
hipotesis nilai tengah pada data peubah-ganda. Distribusi tak nol dari T2
adalah sama dengan Mahalanobis-Distance yang mempunyai tujuan berbeda ditemukan
oleh Bose dan Roy pada tahun 1938.
8.
RAGNAR FRISCH (1895-1973)
Perkembangan
statistika di bidang ekonomi yang dikenal dengan istilah ekonometrika dimulai
tahun 1920 dipelopori Ragnar Frisch (3 March 1895 – 31 January 1973) dan Jan
Tinbergen. Ekonometrika adalah cabang dari ilmu ekonomi yang merupakan
integrasi antara ekonomi, matematika dan statistika. Keynes memandang skeptis
terhadap buku Tinbergen yang berjudul Statistikal Testing for Business Cycle
Theory. Baru di akhir tahun 1940 dan awal 1950 ekonometrika mulai berkembang
lagi yang dipelopori oleh Chernoff, Haavelmo, Koopmans, Rubin dan Simon yang
bekerja pada Cowles Commision for Research in Economics.Peran statistika cukup
besar dalam ekonometrika terutama dalam hal metode estimasi parameter model
ekonometrika yang pada umumnya terdiri dari beberapa persamaan yang saling
terkait (sistem persamaan simultan dan seemingly unrelated regression). Untuk
mengestimasi parameter sistem persamaan simultan Hendri Theil tahun 1956
menemukan suatu metode 2SLS (two stage least squares). Kemudian pada tahun 1962
Zellner menemukan suatu metode SUR (Seemingly Unrelated Regression) untuk
mengestimasi parameter model sistem persamaan regresi. Selanjutnya Theil
bersama Zellner menemukan metode 3SLS (three stage least squares) untuk mengestimasi
sistem persamaan simultan yang pada prinsipnya merupakan integrasi antara
metode 2SLS dengan metode SUR.Model ekonometrika pada umumnya dibangun
berdasarkan data yang bersifat time series, sehingga memunculkan model
distribusi lag maupun autoregressive yang dikembangkan oleh Nerlove pada tahun
1972. Pada umumnya model-model tersebut terjadi pelanggaran asumsi klasik
(autocorrelation, heteroscedasticity), sehingga belakangan muncul suatu model
yang dikenal dengan ARCH (autoregressive and conditional heteroscedasticity).
9.
BRADLEY EFRON (1970-sekarang)
Pada pertengahan
1970, Bradley Efron memperkenalkan metode bootstrap untuk menduga parameter
dari sebaran yang tidak diketahui bentuknya. Bootstraping ini merupakan teknik
modifikasi dari Jacknife yang diperkenalkan oleh Queneiville pada tahun 1948.
Berhubung metode ini pada awalnya tidak membobotkan model peluang, tetapi
berbasis pada data, bootstrap dikenal sebagai data driven approach. Pada dekade
80-an perkembangan metode non parametrik mulai sering digunakan seperti pada
regresi nonparametrik, estimasi distribusi dengan kernel, dan neural network.
10.
BLAISE PASCAL (1623-1662)
Berasal dari Perancis. Minat utamanya ialah filsafat dan
agama, sedangkan hobinya yang lain adalah matematika dan geometri proyektif.
Bersama dengan Pierre de Fermat menemukan teori tentang probabilitas. Pada
awalnya minat riset dari Pascal lebih banyak pada bidang ilmu pengetahuan dan
ilmu terapan, di mana dia telah berhasil menciptakan mesin penghitung yang
dikenal pertama kali. Pada tahun 1642, pada usia delapan belas Blaise Pascal
menemukan kalkulator roda numerik yang disebut Pascaline untuk membantu ayahnya
seorang penagih pajak menghitung pajak di Prancis. Kontribusi Pascal untuk
komputasi diakui oleh ilmuwan komputer Nicklaus Wirth, yang pada tahun 1972
membuat bahasa pemrograman dengan nama Pascal (dan bersikeras bahwa bahasa ini
harus dieja Pascal, tidak PASCAL).