Senin, 09 September 2019

MUH. IRFAN GIOVANNI
SEJARAH ALIRAN PSIKOLOGI
{Pemikiran Psikologi Baru}





MUH. IRFAN(1971041083)

2019/2020
Universitas Negeri Makassar







TUGAS 2

A.    George Berkeley[1685-1753]
Ia merupakan seoang filsuf Irlandia yang juga menjabat sebagai uskup di Gereja Anglikan. Filsafat Berkeley adalah tentang "pengenalan". Menurut Berkeley, pengamatan terjadi bukan karena hubungan antara subjek yang mengamati dan objek yang diamati. Pengamatan justru terjadi karena hubungan pengamatan antara pengamatan indra yang satu dengan pengamatan indra yang lain. Dua karnya yang sangat berpengaruh pada ilmu psikologi yaitu ‘’An Essay toward a New Theory of Vision (1709) dan ‘’A Treatise Concerning the Principles of Human Knowledge (1710). Berikut pendapat dari Barkeley :
1.        Persepsi adalah satu-satunya realitas, menurutnya semua pengetahuan adalah sebuah funsi dari atau tergantung dari pada orang yang mengalaminya atau mempersepsikannya. Itu disebut sebagai Mentalisme yaitu doktrin yang menyatakan semua pengetahuan itu adalah fungsi dari fenomena mental pada orang yg mempersepsikannya. Namun menurutnya Tuhan merupakan segala pemersepsi permanen. Menurutnya kita tidak mampu untuk memastikan hakikat dari semua objek di dunia ini, selain hanya dengan mempersepsikannya atau merasakannya melalui pengalaman kita. Seperti Locke ia pun setuju bahwa semua pengetahuan di dapatkan dari pengalaman.
2.        Asosiasi sensasi , disini dalam salah satu bukunya ia mengatakan bahwa gabungan ide-ide sederhana yang membentuk ide-ide kompleks dari sebuah sensasi, bagaimana kita tahu itu adalah benda atau objek?  Ini yang ia sebut sebagai sensasi, pengalaman yang pernah atau stimulus energy yang serupa yang tersimpan di system saraf pusat tersebut yang menjelaskannya, stimulus tersebut ditangkap oleh indera dan di jelaskan berdasarkan pengalaman sebelumnya. Barkeley menjawab pertanyaan bahwa mungkin semua persepsi itu ada hanya dalam tatanan kualitas sekunder (hal-hal yang dimiliki objek yang tersimpan secara sensasi dalam ingatan kita missal bau suatu objek atau kekhasan missal warna) kualitas subyektif yang tergantung pada pengamatnya???
Jawabannya adalah karna kita mempersepsikan kedalaman sebagai akibat dari penalaman kita.
B.     David Hume[1711-1776]
Ia merupakan filsuf Skotlandia, ekonomi, dan sejarawan. Ia termasuk seorang empirisme yang mana mendapat pengaruh  empirisme John Locke dan George Berkeley. Karya besarnya dalam psikologi ialah filosofi naturalistis.Hume sependapat dengan Barkeley mengenai teori asosiasi,namun dalam hal ini mengenai pemersepsi bagaimana jika unsure Tuhan ditiadakan? Menurutnya tidak ada cara untuk mengetahui apakah ada ‘’sesuatu diluar pikiran kita’’ jika semua pengetahuan tentang dunia luar adalah melalui ide kita sendiri. Olehnya ia mengemukakannya dalam istilah isttilah berikut:
1.      Kesan (impression) dan ide. Kesan adalah unsure dasar kehidupan mental. Dalam dunia psikologi baru itu kita ketahui sebagai sensasi dan persepsi. Menurutnya kesan itu lebih kuat dan jelas. Ide sendiri merupakan pengalaman mental masing-masing individu dalam ketiadaan obyek penstimulasi secara lansung. Yang man aide ini kita kenal sekarang sebagai citra (image). Ide menurutnya tiruan lemah dari kesan.
2.      Hume kemudian mengemukakan tiga buah hokum asosiasi yaitu
a.        Resemblance (keserupaan) artinya semakin sering atimulus itu di artikan dalam saraf pusat atau pengalaman yang terulang dengan keserupaan atau kemiripan maka semakin besar kemungkinan untuk diasosiasikan.
b.      Contiguity (kedekatan) artinya semaking jarak interval waktu atau seringnya sebuah stimulus yang diterjemahkan oleh saraf pusat maka semakin besar peluang asosiasinya.
c.       Sebab-akibat

C.     David Hartley
Ia  adalah seorang dokter dan juga filsuf dari Inggris .Ia juga dianggap sebagai pendiri asosiasionisme di dalam psikologi. Karya besarnya berjudul "Observasi-Observasi terhadap Manusia" (Observations on Man) yang ditulis pada tahun 1749. Teori pengulangan atau repetisinya mengatakan bahwa  Repetisi  Semakin sering dua ide terjadi secara bersamaan, semakin dekat dua ide tersebut dihubungkan. Hartley adalah orang pertama yang mengaplikasikan teori asosiasi untuk memecahkan masalah mental. Seperti filosof lainnya Hartley juga memandang dunia mental dalam tataran mekanisme, namun yang membedakannya ia menjelaskan pula prinsip fisiologis yang mendasari kesehatan mental itu, bukan semata-mata menjelaskan proses psikologis dengan prinsip mekanis.
D.    James Mill
Ia  seorang filsuf kelahiran Skotlandia dan juga sosiolog yang terkenal di zamannya.  Ia juga merupakan ayah dari John Stuart Mill. James Mill lahir pada 6 April 1773 dan setelah muda, ia menempuh studi di beberapa tempat. Ia menyelesaikan pendidikannya di Universitas Edinburgh di bidang teologi. Selama hidupnya, ia dikenal oleh para pemikir sezamannya sebagai seorang yang mempertahankan asas utilitarianisme, selain itu ia juga merupakan seorang pemikir yang memiliki ketertarikan yang lebih terhadap pendidikan terutama di bidang psikologi. Karya pentingnya dalam dunia psikologi adalah “ Analysis of the Phenomena of the Human Mind”. Di dalam karya tersebut disebutkan , ia merumuskan tiga kriteria tentang kuat atau lemahnya asosiasi itu:
1.      Ketetapan: Asosiasi yang kuat adalah asosiasi yang permanen, artinya selalu ada kapan saja. Asosiasi yang kurang permanen berarti asosiasi tersebut kurang kuat dan mudah hilang setelah beberapa saat.
2.      Kepastian: Suatu asosiasi adalah kuat kalau orang yang berasosiasi itu benar-benar yakin akan kebenaran asosiasinya itu.
3.      Fasilitas: Suatu asosiasi akan kuat kalau di lingkungan sekitar cukup banyak prasarana atau fasilitas yang memudahkan timbulnya asosiasi, sehingga seseorang tidak usah berpikir keras atau berkhayal untuk dapat melakukan asosiasi
Menurutnya pikiran itu sebagai mesin, pikiran itu hasil stimulus dari panca indera yang mana menjadi pengontrol dalam diri mahkluk hidup. Pemikirannya terhadap pikiran / proses mental sangat   mekanis. Pikiran bersifat pasif total dan hanya bereaksi ketika ada stimulus eksternal. Oleh karena itu pikiran tidak  mempunyai fungsi-fungsi kreatif.
E.     John Stuart Mill
Ia  seorang filsuf empiris dari Inggris.  Ia mempelajari psikologi, yang merupakan inti filsafat Mill, dari ayahnya. Menurut Mill, psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan dasar yang menjadi asas bagi filsafat. Di sini, pandangannya berbeda dengan Comte. Tugas psikologi adalah untuk mempelajari kesehatan mental yang berdasarkan pada kesadaran yang berkaitan dengan alat indera, namun baginya psikologi adalah pengetahuan pure hasil pengalaman. Di dalam etika, Mill melihat hubungan timbal-balik antara manusia secara pribadi dengan masyarakat atas dasar prinsip utilitarianisme. Dengan demikian, tindakan yang dilakukan oleh manusia bertujuan membawa kepuasan bagi dirinya sendiri secara psikologis, bukan orang lain atau nilai-nilai. Dia adalah seorang pendukung Utilitarianisme, sebuah teori etika yang dikembangkan oleh filsuf Jeremy Bentham. Ia mempunyai pandangan yang berbeda dengan ayahnya, yaitu: pikiran mempunyai peranan aktif dalam asosiasi  ide. Creative Synthesis:Ide kompleks dibentuk dari  penjumlahan ide-ide sederhana dan ide kompleks yang baru terbentuk  tersebut memiliki kualitas baru yang lebih tinggi dari  pada ide-ide sederhana yang semula. Selain itu ia juga beranggapan bahwa pikiran itu adalah sesuatu yang pasif yang hanya akan bereaksi dengan munculnya stimuli eksternal, menurutnya pikiran memainkan peranan aktif dalam mengasosiasi idea tau reaksi kimiawi mental.
F.      Konstribusi Empirisme Terhadap Psikologi
      Berkembangnya empirisme membawa pendekatan baru bagi para ilmuwan dalam usahanya mendefisikian ilmu pengetahuan.
       Mereka tetap meneliti topik yang sama, namun dengan menggunakan pendekatan yang berbeda à lebih ilmiah.
Sumbangan prinsip Empirisme:
a.    Proses sensasi.
b.     Analisis pengalaman-pengalaman yang disadari ke dalam elemen-elemen.
c.     Menggabungkan elemen-elemen dalam pengalaman mental yang lebih kompleks melalui proses asosiasi.
d.    Fokus pada proses-proses mental yang disadari.

Daftar Pustaka:
ü  Schultz, Duanne P., & Schultz, S.E .2008. A History of Modern Psychology 9th Edition. New York: Wardsworth.
ü  Wikipedia.org. 2001 . nama tokoh. Terakhir diakses 29 Agustus 2019, 14.55 wita













Tidak ada komentar:

MUH. IRFAN GIOVANNI DEFINISI STATISTIK v   STATISTIK Pengertian Statistik: Asal kata “Statistik”: Statia     = catatan administras...